Rabu, 12 April 2023

Pelanggaran Etika Komunikasi

 

Pelanggaran Etika Komunikasi

Dalam kehidupan sehari hari kita tidak akan bisa lepas dari komunikasi, dalam berkomunikasi tentu ada etika agar pesan diterima dengan baik oleh komunikan. Kita sering melihat perselisihan dalam bersosialisasi, hal itu bisa terjadi karena komunikasi yang tidak baik.

Zaman semakin canggih, media sosial menjadi sebuah keharusan dimiliki oleh masyarakat. Dan tentu saja, semakin banyak yang memakai media sosial ini, semakin banyak orang yang melanggar etika dalam bersosial media. Berbeda dengan media konvensional, media sosial memiliki keterbukaan yang lebih luas. Siapapun dapat mengaksesnya secara bebas, dan jangkauannya pun sangat luas. Namun kebebasan dalam media sosial tersebut bukan taknya tak berbatas, terdapat etika komunikasi di media sosial yang harus diikuti. Sayangnya kebebasan tersebut seringkali disalah gunakan dengan banyaknya kasus pelanggaran etika. Berikut

Contoh pelanggaran etika komunikasi dapat berupa Hak Kekayaan Intelektual (HKI), pencemaran nama baik, peneybaran Hoax,penipuan online, bullying, pencurian data pribadi, spam,dan masih banyak lagi. Berikut ini saya akan memaparkan beberapa kasus pelanggaran etika komunikasi dalam bersosial media.

1. Pencemaran Nama Baik

Media sosial umumnya menawarkan banyak manfaat kepada penggunanya, termasuk akses yang mudah dan penggunaan yang tidak terbatas. Tetapi juga memiliki efek negatif, memudahkan seseorang untuk menyebarkan "status" yang berisi pernyataan yang mungkin dianggap menular oleh banyak orang. (baca juga: etika komunikasi digital). Pemberian nama bisa berupa perawatan, fitnah, atau penistaan.

Contoh pada kasusu pertama ini, kita akan membahas kasus pada tahun 2010. Tepat pada tgl 16 Maret yaitu pengguna facebook yang bernama Ibnu Rachal Farhansyah membuat status yang memicu kemarahan masyarakat Bali. Pada saat itu masyarakat Bali sedang menyelenggarakan ritual Nyepi. Status yang memicu konflik saat masyarakat Bali menggelar ritual Nyepi tersebut menuai kemarahan banyak pihak, hingga dilaporkan kepada pihak yang berwenang.

Contoh dalam kasus ini adalah penangkapan yang dilakukan oleh Polres Banyuwangi kepada Bagus Panji di bulan Juni 2016 silam. Bagus Panji ditangkap karena melakukaan penghinaan terhadap agama Islam serta Nabi Muhammad akibar rasa sakit hatinya melihat pemberitaan razia peagang yang dilakukan Satpol PP di Serang, Banten.

Adapun contoh lainnya mengenai kasus pencemaran nama baik adalah pencemaran nama baik berupa fitnah yang dilakukan oleh Muhammad Arsyad dia dalah seorang pedagang sate yang mengedit lalu menyebarkan foto seronok Jokowi dan Megawati Soekarno Putri melalui facebook.

2. Penyebaran berita Hoax

Pelanggaran berupa berita hoax merupakan jenis pelanggaran paling banyak dilakukan oleh pengguna media sosial. Berita hoax adalah informasi palsu yang bertujuan untuk mendiskreditkan pihak tertentu. Contoh kasus penyebaran hoax misalnya pada kasus ditangkapnya tiga pimpinan sindikat Saracen pada bulan Agustus 2017 lalu. Sindikat ini diduga aktif menyebarkan hoax bernuansa SARA berdasarkan pesanan  klien, dengan harga yang cukup fantastis.

3. Bullying

Bullying termasuk kedalam pelanggaran dalam etika komunikasi karena ia merupakan kejahatan berbahaya yang telah ada sejak zaman dulu kala, dan kini juga sangat banyak segala yang melakukan bullying melalui sosial media. Bullying bersifat mengintimidasi korbannya dengan melakukan pelecehan atau ancaman verbal, dan dilakukan berulang kali.

Contoh kasus bullying di media sosial biasanya berupa komentar-komentar kurang sedap yang diarahkan kepada korban. Dan contoh kasus ini terjadi pada tahun 2011 silah yang diarahkan kepada mantan Bupati Purwakarta – jabar Dedi Mulyadi oleh akun grup di facebook. Yang membuat dedi melaporkan ke Polda jabar, sebab dasar kritikan kasar yang diarahkan padanya dianggap kurang mendididk bagi publik.

4. Pencurian Identitas

Kasus ini dilakukan dengan mngkloning seluruh profil akun medsos seseorang lalu membuat akun palsu yang mengatasnamakan orang tersebut. Tujuannya beragam, mulai dari untuk mendapatkan keuntungan finansial, hingga untuk merusak kredibilitas korban. Contoh pencurian identitas misalnya, mengkloning profil facebook seseorang. Kemudian membuat akun palsu lalu berteman dengan teman-teman pemilik akun yang asli, dan meminta bantuan finansial kepada teman – teman korban, atas nama korban.

Demikian 4 contoh terkait dengan pelanggaran etika komunikasi, khusunya etika komunikasi di media sosial.

Selasa, 11 April 2023

Kasus Arteria Dahlan dan Komunikasi Polik








    Salah satu persoalan yang dihadapi para pejabat di negeri adalah buruknya komunikasi publik, baik pada level eksekutif maupun legislatif. Padahal, keterampilan komunikasi publik ini sangat penting mengingat mereka, dalam melaksanakn tugas-tugasnya, kerap berhubungan dengan publik atau masyarakat luas, baik secara langsung maupun melalui media massa.


    Peristiwa yang melibatkan salah seorang anggota DPR Arteria Dahlan baru-baru ini merupakan salah satu contoh terbaru kasus buruknya komunikasi publik pejabat. Seperti ramai diperbincangkan, Arteria mengeluarkan pernyataan kontroversial pada saat rapat dengan jajaran Kejaksaan Agung.

    Saat itu, Arteria melontarkan kritikan pedas terhadap salah seorang Kajati yang dinilainya berbahaya karena berbicara bahasa Sunda dalam rapat. Bukan sekadar mengkritik, anggota Komisi III DPR itu juga meminta Jaksa Agung untuk menindas tegas yang bersangkutan. Menindak tegas di sini artinya adalah memberhentikannya.

    Tentu saja, pernyataan Arteria tersebut sontak mendapatkan reaksi keras dari banyak komponen masyarakat. Yang menarik, bukan hanya kalangan masyarakat Sunda yang memprotes Arteria, melainkan juga berbagai kalangan masyarakat lainnya di Indonesia. Buntutnya, Arteria menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya tersebut.
Kegagalan Berkomunikasi

    Apa yang menimpa Arteria Dahlan memperlihatkan betapa tidak sedikit dari pejabat-pejabat di Indonesia yang gagal berkomunikasi secara benar. Agaknya, mereka kurang begitu menguasai keterampilan berkomunikasi. Mereka tidak berhasil, bukan sekadar bagaimana menyampaikan pesannya kepada publik atau khalayak, tetapi juga mempertimbangkan bagaimana dampak dari pesannya tersebut.Padahal, seperti yang dijelaskan pakar ilmu komunikasi Profesor Deddy Mulyana dalam bukunya Ilmu Komunikasi Sebuah Pengantar (2019), dampak komunikasi itu bersifat irreversible. Artinya, dampak komunikasi itu tidak dapat atau sulit ditarik kembali. Sekali telah memberikan dampak, maka dampak itu melekat kuat dan sulit dihapus atau dikurangi. Hal ini terutama berlaku untuk dampak buruk yang timbul akibat penyampaian pesan yang tidak tepat oleh komunikator, dalam hal ini pejabat publik.

    Meski kemudian komunikator berusaha untuk memperbaikinya pada pesan-pesan berikutnya, misalnya, dengan meminta maaf sambil berurai air mata sekalipun, belum tentu dampak buruk itu akan hilang dari benak publik secara mudah. Itulah yang mungkin terjadi pada Arteria Dahlan. Meski pada akhirnya ia meminta maaf atas pernyataan kontroversialnya, namun dampak buruk yang kadung diakibatkannya, yakni rasa tersakitinya masyarakat Sunda, belum tentu akan sirna dari dari diri mereka. Setidaknya, dalam waktu singkat. Lebih-lebih kalau permohonan maafnya dianggap kurang tulus.

Terlepas dari buruknya contoh komunikasi publik yang ditampilkan Arteria Dahlan di panggung politik Indonesia, hal ini tetap bisa dijadikan pembelajaran penting bagi kita semua. Terkhusus lagi, bagi para pejabat dan para elite politik di republik ini. Jangan sampai kejadian serupa terulang lagi, sehingga membuat kegaduhan yang sesungguhnya tidak perlu.

    Saat ini, Indonesia akan segera menghadapi perhelatan besar yang ditunggu-tunggu banyak pihak, yakni Pemilu 2024. Meski fokus perhatian utamanya lebih kepada pemilihan presiden dan wakil presiden, tetapi tetap penting bagi semua aktor politik yang akan berebut gelanggang,untuk tetap memperhatikan kesiapan dirinya. Termasuk dalam hal ini adalah kemampuan komunikasi publik.
Bagaimanapun, keberadaan para aktor politik berhubungan erat dengan partai-partai politik tempat mereka bernaung. Dan, seperti kita ketahui, partai-partai politiklah yang memiliki kewenangan untuk mencalonkan presiden dan wakil presiden. Maka, tindakan aktor politik tidak bisa dimaknai hanya untuk kepentingan individualnya saja, melainkan juga kepentingan partai politik pengusungnya.

    Di sinilah, perlunya setiap aktor politik, lebih-lebih yang sedang berada di dalam kekuasaan, untuk hati-hati dalam melakukan tindakan komunikasi, khususnya komunikasi publik. Perlu persiapan dan pertimbangan matang-matang setiap kali ia akan menyampaikan sebuah pesan kepada khalayak ramai.

    Komunikasi publik sendiri, mengacu pendapat Hafied Cangara dalam Pengantar Ilmu Komunikasi (2016), seyogianya disampaikan secara terencana atau dipersiapkan lebih awal. Hal ini tentu agar komunikator dapat memikirkan secara sungguh-sungguh apa dampak yang dapat ditimbulkannya dari pesan yang disampaikannya tersebut. Penyampaian pesan kepada khalayak luas secara spontan atau tanpa persiapan sebelumnya jelas sangat berisiko. Apa yang terjadi pada Arteria Dahlan dapat dikatakan sebagai contoh kasus penyampaikan komunikasi publik secara spontan. Dan, seperti telah kita ketahui bersama, dampaknya sangat fatal, bukan hanya bagi dirinya, melainkan juga bagi partai politiknya, dalam hal ini Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

    Beragam bentuk perlawanan dari hampir semua komponen masyarakat Sunda, seperti banyak diberitakan di media massa, khususnya media sosial, tidak bisa dianggap sepele. Banyak di antara suara tersebut yang mengaitkan masalah itu dengan Pemilu 2024; mereka mengancam partai kepala banteng ditenggelamkan di Jawa Barat.

Inilah dampak fatal yang diakibatkan oleh komunikasi publik seorang anggota DPR bernama Arteria Dahlan yang dilakukan secara serampangan, emosional, dan tanpa mempertimbangkan matang-matang akibat yang ditimbulkannya. Oleh karena itu, sekali lagi, semoga kasus ini dapat dijadikan pembelajaran yang penting bagi siapa pun yang tengah berkuasa di republik ini. Atau, bagi orang-orang yang juga akan berkompetisi ke dalam kekuasaan.


 

Kamis, 12 Januari 2023

LEAD TUGAS UAS

 Bismillah...

Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.


Blog ini disusun oleh Tsalsa Mausyaila Misbach dan di buat pada hari Selasa 16 November sampai dengan 11 Januari 2022.

Blog ini berisi 18 tulisan dengan tema dari keseluruhan isi Blog ini meliputi beberapa tulisan tentang komunikasi sebagai alat penting untuk bersosial dan untuk berbisnis. tulisan ini sederhana, mudah dimengerti, dan sangat bermanfaat untuk para pembaca nya. Dan juga memudahkan para pembaca yang ini menjadikan tulisan ini sebagai teks untuk menjadi referensi untuk memperbaiki komunikasi dengan sesama.

Salah satu contoh tulisan yang sudah sangat bermanfaat yakni tulisan yang berjudul '5 Metode Komunikasi Bisnis' bisa langsung di cek melalui link di bawah ini 

( https://tsalmausy.blogspot.com/2023/01/5-metode-komunikasi-bisnis.html ) 


Syukron...

Wassalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Pentingnya Punya Kemampuan Komunikasi Publik


     

Dalam berkomunikasi publik harus akurat dan tepat. Pemilihan gaya komunikasi dan narasi harus disesuaikan dengan segmentasi masyarakat.Artinya, ketika berbicara dengan masyarakat yang heterogen, penting pemilihan kata-kata yang umum, mudah dipahami dan dicerna.Memanfaatkan jaringan komunikasi, media apa yang di gunakan, juga mengetahui segmentasi medianya.

Dalam memanfaatkan media perlu juga dipertimbangkan, menggodok pesannya sehingga ketika membuat orkestrasi informasi bisa lebih efektif.Pemanfaatan social media juga penting. Sekarang informasi tidak hanya disampaikan melalui televisi saja tapi juga media sosial.Gaya komunikasi di media sosial perlu dibedakan. Kemudian, sensitivitas perlu diketahui pejabat publik dan tim komunikasinya.

Pemerintah ketika ingin menyampaikan informasi perlu adanya kolaborasi.

Pesan tidak melulu disampaikan satu arah tapi bisa disampaikan dari seluruh bidang. Masyarakat  perlu memiliki digital literasi dan perlu memverifikasi pesan yang mana informasi publik, mana yang pelanggaran privasi.

Masyarakat perlu membekali diri dengan membaca informasi dan harus bisa mengekspresikan pendapat.

Dalam kehidupan sehari-hari kita tentu tidak bisa lepas dari komunikasi, karena komunikasi merupakan bagian terpenting dari interaksi manusia dan pasti akan terjadi. Karena manusia adalah makhluk sosial, artinya manusia tidak dapat hidup sendiri, manusia saling membutuhkan untuk saling bergantung satu sama lain. Oleh karena itu, komunikasi sangat penting dalam kehidupan kita. Salah satunya adalah komunikasi interpersonal. Dan komunikasi interpersonal itu sendiri terbagi menjadi dua, yaitu komunikasi verbal dan nonverbal.

Komunikasi interpersonal sangat penting untuk kita pelajari karena hampir semua aspek dalam kehidupan kita membutuhkan komunikasi. Hubungan yang kita bangun dengan orang lain baik itu teman, tetangga, atau keluarga semua bergantung pada keterampilan komunikasi kita untuk terlibat dalam percakapan yang memuaskan atau tidak memuaskan. Bahkan kedekatan kita dengan orang lain dapat dikembangkan, dipelihara, atau dihancurkan melalui interaksi interpersonal kita. Tidak hanya itu, dalam dunia bisnis, kemampuan komunikasi sangat penting untuk menunjukkan kesuksesan profesional kita. Karena keterampilan komunikasi verbal sangat penting digunakan untuk menyampaikan pesan atau informasi secara langsung kepada khalayak untuk menginformasikan maksud atau tujuan kita. Sedangkan komunikasi nonverbal berfungsi untuk meyakinkan apa yang kita ucapkan, untuk menunjukkan perasaan atau emosi yang tidak dapat diungkapkan dengan bahasa atau kata-kata, dan untuk menunjukkan identitas diri. Oleh karena itu, komunikasi verbal dan nonverbal saling melengkapi dan tidak dapat dipisahkan. Komunikasi verbal dan nonverbal bekerja sama dalam menafsirkan perilaku. Sehingga dapat terbentuk pemahaman yang benar.

Dengan mempelajari komunikasi interpersonal yang baik, kita dapat memiliki banyak manfaat diantaranya yaitu, dapat menghindari konflik yang terjadi dalam keluarga maupun yang terjadi dalam masyarakat luas. Karena salah satu tujuan dari komunikasi interpersonal adalah untuk menghindari kesalahpahaman yang mungkin terjadi di masyarakat. Komunikasi merupakan satu-satunya solusi untuk memecahkan berbagai masalah yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Komunikasi sangat efektif dalam mempermudah seseorang dalam memahami suatu pesan atau informasi, sehingga permasalahan yang kompleks seperti kesalahpahaman dapat dicegah dengan komunikasi interpersonal yang baik.

Manfaat lain yang didapat yaitu kita dapat membangun hubungan dengan orang lain, seperti bertukar pikiran, informasi dan keterampilan. Serta dapat membangun sikap saling menghargai dan belajar mempertimbangkan pendapat dan saran orang lain. Kita juga bisa mengekspresikan diri kita kepada orang lain dengan baik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berdampak negatif. Oleh karena itu, kita harus mempelajari komunikasi interpersonal dengan baik karena cara kita berkomunikasi akan menentukan bagaimana orang lain menilai kita secara pribadi. Penilaian orang lain terhadap kita akan membentuk identitas diri dan konsep diri. Sehingga kita tidak bisa menganggap komunikasi interpersonal sebagai masalah yang sepele atau tidak penting.

Dengan berbagai penjelasan di atas, saya sebagai penulis berharap agar generasi muda tidak memandang rendah komunikasi interpersonal. Kita harus bersungguh-sungguh dalam mempelajari komunikasi interpersonal yang baik dan benar.

 

Komunikasi Publik & Komunikasi Massa

 Komunikasi publik  (public communication) adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak), yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah, atau kuliah (umum). Komunikasi publik biasanya berlangsung lebih formal dan lebih dari sulit dari pada komunikasi antar pribadi atau komunikasi kelompok, karena komunikasi publik menuntut persiapan pesan yang cermat, keberanian dan kemampuan menghadapi sejumlah besar orang.

pengertian publik dan penerapannya
Ciri-ciri komunikasi publik adalah :

Terjadi di tempat umum (publik), misalnya di auditorium, kelas, tempat ibadah (masjid, gereja) atau tempat lainnya yang di hadiri sejumlah besar orang,  merupakan peristiwa sosial yang biasanya telah direncanakan alih-alih peristiwa relatif informal yang tidak terstruktur,  terdapat agenda, beberapa orang ditunjuk untuk menjalankan fungsi-fungsi khusus,  seperti memperkenalkan pembicara, dan sebagainya,  acara-acara lain mungkin direncanakan sebelum atau sesudah ceramah disampaikan pembicara. Komunikasi publik sering bertujuan memberikan penerangan, menghibur, memberikan penghormatan, atau 1.    Publik internal dan publik eksternal
2.    Publik primer, sekunder, dan marjinal
3.    Proponent (publik yang memihak), opponent (publik yang menentang), dan uncommitted yang berarti publik yang tidak peduli. Sebagai perbandingan, saat suatu perusahaan memiliki 40 dari 50 karyawan yang uncommitted maka perusahaan dapat dikatakan “tidak sehat”.
4.    Mayoritas diam (silent majority) dan minoritas vokal (vocal minority)

 

Pengertian Komunikasi Massa adalah bentuk komunikasi yang menggunakan saluran (Media) dalam menghubungkan komunikator dan komunikan secara massal, berjumblah banyak, terpencar, sangat heterogen dan menimbulkan efek tertentu. Selain itu pesan yang disampaikan cenderung terbuka dan mencapai khalayak dengan serentak. Menurut Charles R. Wright menyatakan komunikasi massa berfungsi untuk kegiatan penyelidikan (surveillance), kegiatan mengkorelasikan, yaitu menghubungkan satu kejadian dengan fakta yang lain dan menarik kesimpulan, selain itu juga berfungsi sebagai sarana hiburan.

 Definisi Komunikasi massa adalah suatu proses dimana media menyebarkan pesan ke publik secara luas dan pada sisi lain diartikan sebagai bentuk komunikasi yang ditujukan pada sejumblah khalayak yang tersebar, heterogen, anonim, melalui media cetak atau elektronik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat.

 

 

7c852ae81dcbd9ad63496266f-6673

Karakteristik Komunikasi Massa

Ciri- ciri dan karakteristik komunikasi massa meliputi sifat dan unsur yang tercakup didalamnya (Suprapto, 2006 : 13). Adapun karakteristik komunikasi massa adalah :

  1. Sifat komunikan, yaitu komunikasi massa yang ditujukan kepada khalayak yang jumblahnya relatif besar, heterogen, dan anonim. Jumblah besar yang dimaksudkan hanya dalam periode waktu yang singkat saja dan  tidak dapat diukur, beberapa total jumblahnya. Bersifat heterogen berarti khalayak bersifat berasal dari latar belakang dan pendidikan, usia, suku, agama, pekerjaan,. Sehingga faktor yang menyatukan khalayak yang heterogen ini adalah minat dan kepentingan yang sama. Anonim berarti bahwa komunikator tidak mengenal siapa khalayaknya, apa pekerjaannya, berapa usianya, dan lain sebagainya.
  2. Sifat media massa, yaitu serempak dan cepat. Serempak (Simultanety) berarti bahwa keserempakan kontak antara komunikator  dengan komunikan yang demikian besar jumblahnya. Pada saat yang sama, media massa dapat membuat khalayak secara serempak dapat menaruh perhatian kepada pesan yang disampaikan oleh komunikator. Selain itu sifat dari media massa adalah cepat(rapid), yang berarti memungkinkan pesan yang disampaikan pada banyak orang dalam waktu yang cepat.
  3. Sifat pesan, Pesan yang disampaikan melalui media massa adalah bersifat umum (Public). Media massa adalah sarana untuk menyampaikan pesan kepada khalayak, bukan untuk kelompok orang tertentu. Karena pesan komunikasi melalui media massa sifatnya umum, maka lingkungannya menjadi universal tentang segala hal, dan dari berbagai tempat di seluruh dunia. Sifat lain dari pesan melalui media massa adalah sejenak (Transient), yaitu hanya untuk sajian seketika saja.
  4. Sifat komunikator, karena meida massa merupakan lembaga organisasi, maka komunikator dalam komunikasi massa, seperti wartawan, utradara, penyiar, pembawa acara, adalah komunikator yang terlembagakan. Media massa merupakan organisasi yang rumit, pesan-pesan yang disampaikan kepada khalayak adalah hasil kerja kolektif, oleh sebap itu, berhasil tidaknya komunikasi massa ditentukan oleh berbagai faktor yang terdapat dalam orginisasi massa.

 

 

Sifat atau efek yang ditimbulkan pada komunikan tergantung pada tujuan komunikasi yang dilakukan oleh para komunikator. Apakah tujuannya agar komunikan hanya sekedar tahu saja, atau komunikan berubah siap dan pandangannya, atau komunikan dapat berubah tingkah lakunya, bahkan komunikan hanya mengkonsumsi berita sesuai dengan kebutuhan yang ingin mereka dapatkan dari media, misalnya informasi tentang tempat liburan di akhir pekan, tempat olahraga yang tepat untuk menyegarkan tubuh, serta berbagai informasi kuliner yang dapat memanjakan lidah, atau infomasi pasar tentang perkembangan berbagai harga untuk komoditi atau barang tertentu.

 

Fungsi Komunikasi Massa

Menurut Cangara, komunikasi tidak hanya diartikan sabagai pertukaran berita atau pesan, tetapi juga sebagai kegiatan individu dan kelompok mengenai pertukaran data, fakta, dan ide (Winardono, 2006 : 57). Komunikasi massa dapat berfungsi untuk :

  1. Informasi, yaitu kegiatan untuk mengumpulkan, menyimpan data, fakta, opini,  pesan, komentar,  sehingga  orang  bisa  mengetahui  keadaan yang
  2. Sosialisasi, yakni menyediakan dan mmengajarkan ilmu pengetahuan bagaimana orang bersikap sesuai dengan nilai-nilai yang ada, serta bertindak sebagai anggota masyarakat secara efektif.
  3. Motivasi, mendorong orang untuk mengikuti kemajuan orang lain melalui apa yang mereka baca, lihat, dengar, melalui media massa.
  4. Bahan diskusi, yaitu menyediakan informasi untuk mencapai persetujuan dalam hal perbedaan pendapat mengenai hal-hal yang menyangkut orang banyak.
  5. Pendidikan, yaitu dengan menyajkan informasi yang mengandung nilai edukasi, sehingga membuka kesempatan untuk memperoleh pendidikan secara informal.
  6. Memajukan kebudayaan, media massa menyebarluaskan hasil-hasil kebudayaan melalui pertukaran siaran radio, televisi, atau media cetak. pertukaran ini memungkinkan penigkatan daya kreativitas  guna memajukan kebudayaan nasional masing-masing negara,  serta memperkuat kerjasama masing-masing negara.
  7. Hiburan, media massa adalah sarana yang banyak menyita waktu luang semua golongan usia, dengan difungsikannya sebagai alat hiburan dalam rumah tangga. Sifat estetikanya dituangkan dalam bentuk lagu, lirik,  bunyi, gambar, dan bahasa, membawa orang pada situasi menikmati hiburan seperti halnya hiburan lain.
  8. Integrasi, yaitu banyaknya negara-negara didunia dewasa ini diguncang oleh kepentingan-kepentingan tertentu, karena perbedaan etnis dan ras. Komunikasi sepert satelit dapat digunakan untuk menghubungkan perbedn-perbedaan itu dalam memupuk dan memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

 

Komunikasi Publik vs Komunikasi Massa

Komunikasi Publik sering pula disebut sebagai komunikasi massa (mass communication), meski komunikasi massa lebih spesifik, yakni komunikasi melalui media massa (communicating with media).

Komunikasi publik lebih luas daripada komunikasi massa. Komunikasi massa ”hanya” menggunakan media massa, seperti suratkabar, majalah, website, radio, dan televisi. Komunikasi publik lebih luas lagi.

 

Selain menggunakan media massa, komunikasi publik juga menggunakan e-mail, blog, jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter, Yahoo Messengger, Handphone (SMS), dan medium lain yang bisa menjangkau khalayak luas/banyak seperti aksi demo, seminar, diskusi, dan sebagainya.

Jadi, komunikasi publik merupakan kombinasi antara hubungan dengan media masa (media relations), jangkauan komunitas (community outreach), komunikasi krisis (crisis communication), relasi pelanggan (customer relations), perencanaan acara (event planning), komunikasi risiko (risk communication).

Komunikasi Publik adalah penyampaian pesan (message), berupa ide atau gagasa, informasi, ajakan, dan sebagainya kepada orang banyak.

Mengambil keputusan

 Seperti kita ketahui Pengambilan keputusan harus dilandasi oleh prosedur dan teknik serta didukung oleh informasi yang tepat (accurate), benar (reliable) dan tepat waktu (timeliness). Ada beberapa landasan yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang sangat bergantung dari permasalahan itu sendiri. Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :

  1. Intuisi

mempertajam-intuisi[1]

Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.

Keuntungan :

  1. waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek
  2. untuk masalah yang pengaruhnya terbatas, pengambilan keputusan ini akan memberikan kepuasan pada umumnya
  3. kemampuan mengambil keputusan dari pengambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan dengan baik.

Kelemahan:

  1. Keputusan yang dihasilkan relatif kurang baik.
  2. Sulit mencari alat pembandingnya, sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya.
  3. Dasar-dasar lain dalam pengambilan keputusan seringkali diabaikan.

 

  1. Pengalaman

 

experience

Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.

 

  1. Fakta

Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.

 

  1. Wewenang

 

leadership-versus-management-21

Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan :

  1. Kebanyakan penerimaannya adalah bawahan, terlepas apakah penerimaan tersebut secarasukarela ataukah secara terpaksa
  2. Keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama
  3. Memiliki daya autentisitas yang tinggi

Kelemahan:

  1. Dapat menimbulkan sifat rutinitas
  2. Mengasosiasikan dengan praktik diktatorial
  3. Sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan

 

  1. Logika

Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.

logika

Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

  1. kejelasan masalah
  2. orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai
  3. pengetahuan alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya
  4. preferensi yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria
  5. hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal

 

Selain itu ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan yaitu :

  • Internal Organisasi seperti ketersediaan dana, SDM, kelengkapan peralatan, teknologi dsb.
  • Eksternal Organisasi seperti keadaan sosial politik, ekonomi, hukum,dsb.
  • Ketersediaan informasi yang diperlukan
  • Kepribadian dan kecapakan pengambil keputusan
Karakteristik pengambilan keputusan

Seorang pengambil keputusan memiliki karakter/ watak yang sangat berbeda-beda, ada yang cepat dan ada juga yang hati-hati dalam bertindak, sehingga dia lebih mengedepankan resiko yang akan terjadi. Seperti kita ketahui pengambil keputusan harus mampu memberi pengaruh besarbagi setiap keputusan yang dibuatnya, sehingga suatu keputusan akan lebih memiliki mutu, apabila dibuat berdasarkan karakter dari pembuat keputusan tersebut, dan keputusan tersebut nantinya akan bisa diterima banyak orang. Adapun seorang pengambil keputusan biasanya memiliki pertimbangan dalam mengambil keputusan tergantung karakter individu masing-masing, seperti contohnya :

  1. Takut dengan resiko yang akan terjadi (Risk avoider)

 

bingung

Karakteristik ini dimana seorang pengambil keputusan lebih cenderung berhati-hati dalam melakukan pengambilan sebuah keputusan. Karena bisa saja keputusan yang dia ambil justru akan berdampak negatif bagi semua pihak, dan akan menghancurkan karir dari pengambil keputusan tersebut, dan sebaliknya apabila keputusan ini berhasil akan berdampak sangat baik bagi anggotanya. Penganut risk avoider ini cenderung lebih sulit untuk memimpin dan lebih sering menjadi pengikut kebijakan yang sudah ada.

 

  1. Sangat berhat-hati dengan resiko ( Risk Indefference )

 

070766400_1443427260-deciding-if-atlanta-breast-revision-surgery-is-right-for-you

Penganut karakteristik ini adalah seorang pengambil keputusan yang sangat berhati-hati dengan resiko yang ada, sehingga dia sangat menghitung betul apa dampak positif dan negatif yang akan terjadi apabila keputusan tersebut diambil olehnya, biasanya tipe ini diterapkan pada saat kita berjualan atau berbisnis.

 

  1. Suka dengan resiko ( Risk Seeker )

 

mengambil-resiko-usaha-270x260

Karakteristik ini adalah pengambil keputusan yang sangat berani, karena semakin tinggi tingkat resiko yang mereka terima akan semakin besar juga keuntungannya. Jadi mereka yang memilliki karakter ini lebih suka berspekulasi, dan itu juga yang bisa membuat mereka selalu ingin menjadi pemimpin dan bukan menjadi pekerja.

Dari semua karakteristik dapat kita seimpulkan bahwa Risk Seeker sangat mendominasi jika dilihat dari resikonya, akan tetapi seorang yang berani berspekulasi adalah orang yang akan menjadi pemipin yang sesungguhnya, karena mereka cenderung lebih tegas dalam mengambill keputusan.

Faktor-Faktor Penghambat Komunikasi Efektif

 Ada beberapa faktor yang menjadi hambatan dalam komunikasi efektif. Permasalahan utama dalam komunikasi efektif terletak pada kemampuan komunikator maupun komunikan saat menyampaikan dan menyerap pesan. Dalam jurnal Importance of Effective Communication Strategies to Improve Workplace Communication, Shruti Shrivastava dan Vineeta Prasad memaparkan beberapa faktor penghambat komunikasi efektif.

  • Penggunaan kata/frasa abstrak. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kurangnya komunikasi efektif adalah penggunaan kata-kata abstrak. Abstraksi dalam ekspresi menciptakan kebingungan dan ambiguitas dalam percakapan.
  • Kurangnya penggunaan kata-kata spesifik. Faktor ini juga merupakan hambatan penting dalam komunikasi secara efektif dan mengarah pada kebingungan dalam berbicara.
  • Kurangnya menggunakan nada yang tepat saat menyampaikan pesan. Satu kata dapat diucapkan dalam berbagai nada yang menimbulkan arti beragam. Nada yang tidak sesuai dengan konteks percakapan yang kita maksud dapat menimbulkan kesalahpahaman dan menjadikan komunikasi tidak efektif.
  • Penggunaan kosakata yang berulang saat berbicara. Faktor ini merupakan masalah umum sebagian besar pembicara yang bisa mengganggu komunikasi efektif. Pada kasus ini, komunikator tidak menggunakan semua kata dari bank kosakata mereka sendiri dalam komunikasi sehingga menyebabkan kualitas informasi yang dihasilkan buruk.
  • Pelafalan yang lemah juga merupakan faktor besar yang mempengaruhi kelancaran berbicaraPengaruh aksen lokal, gaya bicara daerah, dan kekakuan lidah dapat menjadi beberapa faktor yang menghambat komunikasi efektif.
  • Ketidakmampuan untuk mengklarifikasi informasi. Selama pertemuan dan diskusi, penting untuk memahami informasi lengkap yang sedang dibahas. Kita perlu menggali lagi atau menelisik untuk memastikan informasi yang kita terima dari pembicara tidak terdistorsi. Teknik mengklarifikasi ini adalah salah satu kunci keberhasilan komunikasi efektif yang bisa membantu komunikan memahami pesan dengan tepat.
  • Ketidakmampuan parafrase. Parafrase adalah strategi yang sangat penting yang digunakan dalam diskusi untuk mencapai komunikasi efektif. Ini adalah kemampuan menyampaikan kembali informasi yang kita terima dari pembicara selama interaksi dengan jelas. Ketidakmampuan untuk memparafrasekan pesan dan mengkonfirmasi dengan pembicara adalah salah satu masalah utama dalam komunikasi efektif.


Teknik parafrase akan memungkinkan pendengar untuk memahami isu-isu kunci lebih baik dan pembicara juga memahami bahwa pesannya telah diterima sepenuhnya atau tidak. Saat mendengarkan komunikan menuturkan parafrasenya, pembicara selalu dapat mengisi informasi yang hilang dan mencapai kejelasan yang lebih baik dalam komunikasi satu sama lain.

Pelanggaran Etika Komunikasi