Kamis, 12 Januari 2023

Mengambil keputusan

 Seperti kita ketahui Pengambilan keputusan harus dilandasi oleh prosedur dan teknik serta didukung oleh informasi yang tepat (accurate), benar (reliable) dan tepat waktu (timeliness). Ada beberapa landasan yang digunakan dalam pengambilan keputusan yang sangat bergantung dari permasalahan itu sendiri. Menurut George R.Terry dan Brinckloe disebutkan dasar-dasar pendekatan dari pengambilan keputusan yang dapat digunakan yaitu :

  1. Intuisi

mempertajam-intuisi[1]

Pengambilan keputusan yang didasarkan atas intuisi atau perasaan memiliki sifat subjektif sehingga mudah terkena pengaruh. Pengambilan keputusan berdasarkan intuisi ini mengandung beberapa keuntungan dan kelemahan.

Keuntungan :

  1. waktu yang digunakan untuk mengambil keputusan relatif lebih pendek
  2. untuk masalah yang pengaruhnya terbatas, pengambilan keputusan ini akan memberikan kepuasan pada umumnya
  3. kemampuan mengambil keputusan dari pengambil keputusan itu sangat berperan, dan itu perlu dimanfaatkan dengan baik.

Kelemahan:

  1. Keputusan yang dihasilkan relatif kurang baik.
  2. Sulit mencari alat pembandingnya, sehingga sulit diukur kebenaran dan keabsahannya.
  3. Dasar-dasar lain dalam pengambilan keputusan seringkali diabaikan.

 

  1. Pengalaman

 

experience

Pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman memiliki manfaat bagi pengetahuan praktis, karena pengalaman seseorang dapat memperkirakan keadaan sesuatu, dapat diperhitungkan untung ruginya terhadap keputusan yang akan dihasilkan. Orang yang memiliki banyak pengalaman tentu akan lebih matang dalam membuat keputusan akan tetapi, peristiwa yang lampau tidak sama dengan peristiwa yang terjadi kini.

 

  1. Fakta

Pengambilan keputusan berdasarkan fakta dapat memberikan keputusan yang sehat, solid dan baik. Dengan fakta, maka tingkat kepercayaan terhadap pengambilan keputusan dapat lebih tinggi, sehingga orang dapat menerima keputusan-keputusan yang dibuat itu dengan rela dan lapang dada.

 

  1. Wewenang

 

leadership-versus-management-21

Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang biasanya dilakukan oleh pimpinan terhadap bawahannya atau orang yang lebih tinggi kedudukannya kepada orang yang lebih rendah kedudukannya. Pengambilan keputusan berdasarkan wewenang ini juga memiliki kelebihan dan kekurangan.

Kelebihan :

  1. Kebanyakan penerimaannya adalah bawahan, terlepas apakah penerimaan tersebut secarasukarela ataukah secara terpaksa
  2. Keputusannya dapat bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama
  3. Memiliki daya autentisitas yang tinggi

Kelemahan:

  1. Dapat menimbulkan sifat rutinitas
  2. Mengasosiasikan dengan praktik diktatorial
  3. Sering melewati permasalahan yang seharusnya dipecahkan sehingga dapat menimbulkan kekaburan

 

  1. Logika

Pengambilan keputusan yang berdasarkan logika ialah suatu studi yang rasional terhadap semuan unsur pada setiap sisi dalam proses pengambilan keputusan. Pada pengambilan keputusan yang berdasarkan rasional, keputusan yang dihasilkan bersifat objektif, logis, lebih transparan, konsisten untuk memaksimumkan hasil atau nilai dalam batas kendala tertentu, sehingga dapat dikatakan mendekati kebenaran atau sesuai dengan apa yang diinginkan.

logika

Pada pengambilan keputusan secara logika terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu :

  1. kejelasan masalah
  2. orientasi tujuan : kesatuan pengertian tujuan yang ingin dicapai
  3. pengetahuan alternatif : seluruh alternatif diketahui jenisnya dan konsekuensinya
  4. preferensi yang jelas : alternatif bisa diurutkan sesuai kriteria
  5. hasil maksimal : pemilihan alternatif terbaik didasarkan atas hasil ekonomis yang maksimal

 

Selain itu ada juga beberapa faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan yaitu :

  • Internal Organisasi seperti ketersediaan dana, SDM, kelengkapan peralatan, teknologi dsb.
  • Eksternal Organisasi seperti keadaan sosial politik, ekonomi, hukum,dsb.
  • Ketersediaan informasi yang diperlukan
  • Kepribadian dan kecapakan pengambil keputusan
Karakteristik pengambilan keputusan

Seorang pengambil keputusan memiliki karakter/ watak yang sangat berbeda-beda, ada yang cepat dan ada juga yang hati-hati dalam bertindak, sehingga dia lebih mengedepankan resiko yang akan terjadi. Seperti kita ketahui pengambil keputusan harus mampu memberi pengaruh besarbagi setiap keputusan yang dibuatnya, sehingga suatu keputusan akan lebih memiliki mutu, apabila dibuat berdasarkan karakter dari pembuat keputusan tersebut, dan keputusan tersebut nantinya akan bisa diterima banyak orang. Adapun seorang pengambil keputusan biasanya memiliki pertimbangan dalam mengambil keputusan tergantung karakter individu masing-masing, seperti contohnya :

  1. Takut dengan resiko yang akan terjadi (Risk avoider)

 

bingung

Karakteristik ini dimana seorang pengambil keputusan lebih cenderung berhati-hati dalam melakukan pengambilan sebuah keputusan. Karena bisa saja keputusan yang dia ambil justru akan berdampak negatif bagi semua pihak, dan akan menghancurkan karir dari pengambil keputusan tersebut, dan sebaliknya apabila keputusan ini berhasil akan berdampak sangat baik bagi anggotanya. Penganut risk avoider ini cenderung lebih sulit untuk memimpin dan lebih sering menjadi pengikut kebijakan yang sudah ada.

 

  1. Sangat berhat-hati dengan resiko ( Risk Indefference )

 

070766400_1443427260-deciding-if-atlanta-breast-revision-surgery-is-right-for-you

Penganut karakteristik ini adalah seorang pengambil keputusan yang sangat berhati-hati dengan resiko yang ada, sehingga dia sangat menghitung betul apa dampak positif dan negatif yang akan terjadi apabila keputusan tersebut diambil olehnya, biasanya tipe ini diterapkan pada saat kita berjualan atau berbisnis.

 

  1. Suka dengan resiko ( Risk Seeker )

 

mengambil-resiko-usaha-270x260

Karakteristik ini adalah pengambil keputusan yang sangat berani, karena semakin tinggi tingkat resiko yang mereka terima akan semakin besar juga keuntungannya. Jadi mereka yang memilliki karakter ini lebih suka berspekulasi, dan itu juga yang bisa membuat mereka selalu ingin menjadi pemimpin dan bukan menjadi pekerja.

Dari semua karakteristik dapat kita seimpulkan bahwa Risk Seeker sangat mendominasi jika dilihat dari resikonya, akan tetapi seorang yang berani berspekulasi adalah orang yang akan menjadi pemipin yang sesungguhnya, karena mereka cenderung lebih tegas dalam mengambill keputusan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pelanggaran Etika Komunikasi